DPRD Berau Ingatkan Promosi Pariwisata Bukan Sekedar Publikasi, Gideon Andaris Minta Harus Ada Hasil yang Berdampak Bagi Ekonomi Masyarakat

img

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau untuk memastikan seluruh program promosi pariwisata dijalankan secara efektif, terukur, dan tidak sekadar berorientasi pada pelaksanaan kegiatan maupun penyerapan anggaran semata.

 

Menurutnya, promosi pariwisata merupakan instrumen penting untuk memperkenalkan potensi daerah dan menarik kunjungan wisatawan. Setiap program promosi harus mampu menunjukkan hasil yang nyata serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

Ia menilai, besarnya alokasi anggaran tidak selalu sejalan dengan keberhasilan sebuah program apabila tidak disertai ukuran capaian yang jelas. Karena itu, setiap kegiatan promosi harus dirancang dengan target yang terukur serta memiliki sistem evaluasi yang dapat menunjukkan sejauh mana dampak yang dihasilkan.

 

“Jadi, harus terukur. Kalau banyak anggaran tapi hasilnya tidak maksimal kan sia-sia,” ujarnya.

 

Menurut Gideon, pendekatan promosi sektor pariwisata saat ini perlu berubah dari sekadar membangun eksposur menjadi strategi yang benar-benar menghasilkan pergerakan ekonomi. Ia menegaskan, promosi tidak boleh berhenti pada banyaknya materi yang ditayangkan, jumlah kegiatan yang dilaksanakan, atau tingginya aktivitas publikasi.

 

Yang lebih penting adalah bagaimana promosi tersebut mampu mengubah perhatian menjadi kunjungan, kunjungan menjadi aktivitas ekonomi, dan aktivitas ekonomi menjadi kesejahteraan masyarakat. Baginya, keberhasilan promosi wisata harus dapat dibaca melalui indikator yang konkret dan mudah dievaluasi.

 

Mulai dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, bertambahnya lama tinggal pengunjung di daerah, meningkatnya transaksi ekonomi di kawasan wisata, hingga tumbuhnya pendapatan pelaku usaha lokal.


“Itu supaya penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan secara optimal,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Gideon menilai evaluasi berbasis data menjadi langkah penting agar pemerintah dapat mengetahui efektivitas strategi promosi yang selama ini dijalankan.

 

Ia mengatakan, tanpa ukuran yang jelas, pemerintah akan sulit memastikan apakah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan hasil atau hanya menghasilkan aktivitas yang terlihat ramai tetapi minim dampak. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda yang besar apabila dikelola dengan tepat. Ketika kunjungan meningkat, maka hotel, pelaku UMKM, transportasi lokal, hingga usaha kuliner juga ikut bergerak.

 

Karena itu, promosi wisata harus diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas dan tidak berhenti pada capaian administratif.

“Apakah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan bertambah, atau ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar destinasi wisata,” terangnya. (sep/FN/advertorial)